Taman, Kursi Taman dan Masa Depan – oleh Insi Latifah Febriani

Ketika lonceng yang berdenting itu dibunyikan Di atas birunya langit Bayang-bayang bergelembung tentang kursi taman selalu hadir diingatanku Entahlah, aku tidak tahu . Ini seperti sebuah impian yang terpendam Tak pernah terkuak oleh realita Selalu berada dalam imajinasi Menyedihkan sekali .
Baca puisi selengkapnya…

 

Bayang Hitam – oleh Insi Latifah Febriani

Suara kaleng ditendang menjadi penghantar rasa takut…. Siapapun yang melewati lorong, maka dia dalam bahaya…. Bayang-bayang hitam pemberi sebuah kode… Hati-hati dan segera berlarilah, itulah yang dibutuhkan…. Bayang hitam menterjemahkan semuanya… Meski malam bukanlah sinar yang baik… Namun bayang hitam terlihat begitu jelas…. Menggambarkan beberapa sosok insan….
Baca puisi selengkapnya…

 

Dunia Terbalik – oleh Insi Latifah Febriani

Kegelapan adalah keramaian Cahaya adalah sepi Madu terasa pahit, namun obat terasa manis Keindahan adalah kesendirian Penghinaan mudah untuk dilakukan, tapi sulit untuk diterima dengan lapang dada Rasa sepi akan selalu datang menyelimuti, walaupun seseorang berlari dengan kecepatan yang menyamai seekor serigala sekalipun Salah satu harapan terbesar adalah…. Seorang teman… Yang selalu hadir….. dimana pun […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Jika Kau mengerti – oleh Insi Latifah Febriani

Jika kau perhatikan sekelilingmu… Aku sangat yakin kau pasti akan tahu… Aku yakin…. Bahwa…. Penuh dan banyak beberapa faktor…. Yang pasti takkan dipedulikan orang lain… Termasuk kau….. Jika kau mengerti…. Jika kau perhatikan sebuah GRUP…. Aku sangat yakin kau pasti akan tahu…. Kalau mereka…. Itu pasti KUAT… Karena dipenuhi pengikut… Yang dengan setianya mengikuti…. Apapun […]
Baca puisi selengkapnya…