Tersesat… – oleh Insanie Aura

Ku tatap parasmu terpancarlah auranya yg indah ku dengar suaramu terdengarlah tuturnya yg halus ku lihat matamu bersinarlah mimpi di dalamnya Hari berhari ku semakin jatuh cinta padamu jatuh sejatuh-jatuhnya aku mengorbankan waktu,harta serta kasih sayang sebagai kawan fikiran ini terasa melayang pergi terbang bersama mimpi yg ingin ku wujudkan ku harap kau dapat menerimaku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Di Tepi Pantai – oleh Insanie Aura

Aku duduk termenung di tepi pantai berteman dengan angin sepoi-sepoi yg menyejukkan raga segenggam pasir ku campakkan ke lautan bagaikan butiran-butiran kasihku yg kau lontar Bulan purnama disaat itu begitu indah ditemani bintang disisinya dan aku teringat pada kisah lalu kau dan aku… yg selalu bersama Seekor kerang hitam terdampar di tepi pantai menjaga dan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sang Pencipta – oleh Insanie Aura

Disaat kegelapan,kau lah penyuluhku disaat hilangnya arah,hanya kau lah penuntunku disaat aku kesulitan,kepadamu lah aku mengalirkan air mata juga disaat aku bahagia,kau lah tempatku berterima kasih segalanya aku curhatkan padamu wahai tuhanku… Bulan tak bercahaya jika tiada mentari siang dan malam tak berputar jika tiada masa begitu juga kehidupanku segala keluh kesah ini walau aku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Oh Al Quran – oleh Insanie Aura

Kau lah kitab yang mulia yang menuntun aku dulu hidup penuh kedamaian Islam mengikut perintah tuhan menyeru manusia pada jalan kebaikan Dulu kau ku baca ku sentuh halus penuh kasih sayang ku menatapmu penuh makna hidup bersamamu kemana-mana ku menggenggammu di dada takkan ku lepas walau darurat tiba Namun kini itu hanya semua kisah lalu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tak Merasa Puas – oleh Insanie Aura

Tumpangan yg kau berikan mengantarkanku pulang kembali ke persemayamanku aku mengharap.. rindu ini terbalas resah hati ini sirna Diriku tak merasa puas tentang itu semua… segala waktu yg kita habiskan sepanjang jarak yg kita tempuh kegagalan ini membuatku kembali memikul permasalahan cinta Oh tuhan ku sesali keputusanmu ku sesali takdir ini ku tak menyangka ini […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Mati Rasa! – oleh Insanie Aura

Mata ini tak lagi berkelip hidung ini tak lagi menghidu bau manis seakan pahit asam terasa asin ku tak tahu apa gerangan! mungkinkah ini rasanya hidup sendirian tanpa seorang kasih? Warna-warni pelangi menghitam sinar rembulan memudar masih adakah bidadari yg menungguku di kayangan? masih adakah jiwa yg dpt mengembalikan kehidupanku semula? masih adakah pendamping untukku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Aku Mampu… – oleh Insanie Aura

HPku tak lagi berdering twitter darimu tak lagi berkicau status Facebook mu tiada yg terbaru juga tiada lagi post di Instagrammu yg ku tahu kau sudah bersamanya yah memang begitu cinta terkadang ada orang ke3 didalamnya Jangan kau risau kesendirianku jangan kau peduli keadaanku memang beginilah takdirnya aku belajar tanpa cinta sejenak karena kaulah… yg […]
Baca puisi selengkapnya…