Hanyalah Aku – oleh Ineke Anidya Prameswari

Telah lama tertata rasa di ruang hati yang berbingkai namamu Aku bukan penikmat senja yang hilang ketika malam renggut jingganya Aku bukan pemuja hasrat yang datang dan hilang dalam sekejap Aku hanyalah perindu yang inginkan hadirmu dalam diamku Aku hanyalah pencari cintamu di tengah meraka yang terlebih punya segalanya Aku hanyalah pencari manis di sudut […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Jangan tinggalkan aku pergi – oleh Ineke Anidya Prameswari

Jika pelangi hanya datang untuk meminang senja kembali. Apakah mungkin wajah hari kan bersedih lalu melangkah pergi. Jika awan hanya singgah untuk teduhi mentari. Mana mungkin ilalang berduri mampu menjamah jemari tanpa berbekas lagi. Ini bukan sekedar pusara kata yang berdasar dalam lubuk hati. Ini bukan sekedar cerita curahan sanubari. Tapi ini tentang sabda suci […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Galaksi Cinta Dimatamu – oleh Ineke Anidya Prameswari

Kerlip bintang kian menjamah rasaku padamu Menepiskan bayang hampa di goresan magis raguku Ini bukan sekedar kisah sayangku Ini bukan sekedar pusara rindu darimu Tapi ini tentang kita yang terpaut hati bak tersihir cahaya sang dewi jika ku hanya berkelakar di sudut papahan rindu yang mengundang praduga Mungkinkah semua kan kurasa bagaikan sekilat kedipan bola […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sepasang Bola Mata – oleh Ineke Anidya Prameswari

Desah nafas seakan berpacu satu dalam kiasan melodi rindu yang berpadu Malam yang kian kelabu meredam rindu dalam nada rasaku Dirimu.. Ya dirumu Mampu membuatku menafsirkan apa itu cinta yang terepas rapuh dalam relung hati Lelah sudah kumemaki waktu yang menghantarku pada katalis usang yang kian berdebu Tatapan itu ya dari waahmu kemana harus kubawa […]
Baca puisi selengkapnya…