Dingin – oleh Indra Hermanto

Masih terdengar sayu gemricik di antara dingin yang kian bekukan jiwa ku. Terdiam hati kian dingin, bersandar aku pada jiwa ku yang lelah, kulepas mimpi menyeruak diantara pekat yang kian kelam. Jauh sudah perjalanan cinta gores kan juta’an kenangan, Namun kurasa kian dingin tanpa suam. DINGIN…!!? kenapa itu yang kini kurasa? kemana suam mu? kemana […]
Baca puisi selengkapnya…