Karena kau (kelam) – oleh Ikka Wahyu Saputri

Desiran angin yang menyapu ingatan kelamku Deru ombak yang memecahkan tangisku masih kan engkau mengingat semua kata yang pernah terucap darimu? atau apa memang kata itu terucap karena sebuah ketidaksengajaan? atau karena aku yang terlalu bodoh.. bodoh! sempat mempercayaimu untuk singgah di hidup ini, bodohnya aku yang menjamu mu dengan segudang cinta.. andai malam bisa […]
Baca puisi selengkapnya…