Asa Penari Kecil – oleh Ida Bagus Gede Putra

Penari kecil itu masih terus berjalan Walau jejak langkahnya tak pernah diakui oleh angin Mulutnya yang selalu dibungkam senja, Dan matanya yang tertutup gunung Tak pernah menyurutkan asa akan cintanya Ia akan terus berjalan Walau hujan memusuhinya Dan masih akan terus melangkah Walau tanah sudah mulai mengkhianatinya Sampai alam menyadarinya Hingga semesta mengakuinya Bahwa gerak […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Cinta dan Waktu – oleh Ida bagus Gede Putra

Aku tidak ingin memilih cinta untuk selalu menemanimu, Tapi aku akan memilih waktu untuk selalu ada disampingmu Kau tahu kenapa, kasih? Cinta membutuhkan tindakan Dan tindakan membutuhkan waktu Waktu yang aku pilih, Adalah bentuk sebuah tindakan atas kehadiranku untuk selalu mendampingimu Cinta itu indah kala kita membagi waktu untuk bertemu, Menebar kasih, Dan melepas rindu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Menembus Senja – oleh Ida Bagus Gede Putra

Aku pernah jatuh ribuan kali Aku lelah bersandar di terik matahari Dengan harapan yang tak pernah mati Akulah sang penentu hidupku ini Berjuta peluru pernah menembus kulitku ini Tajamnya belati tak mamapu menghalangi Dengan sayap yang rapuh ini, Aku siap mengepakannya lebih lebar lagi. Bangkit, Sabar, Serang, Lawan, Percaya Adalah rantai yang mengikat jiwa ku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Terbenam Senja – oleh Ida Bagus Gede Putra

Langit sudah lelah menatapku, Yang terjebak dalam dinding-dinding masa lalu. Aku masih berdiri diantara bayang-bayang kelam yang tak pernah terbuang. Antara jarak dan waktu yang ku lalui, Hanya sebatas pesan-pesan yang tak pernah tersampaikan. Entah kemana aku harus berlari? Entah bagaimana aku harus berdiri ? Ini cinta sudah tak bersambut lagi. Dengan semerbak mawar yang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Senja diguyur Hujan – oleh Ida Bagus Gede Putra

Senja diguyur hujan. Dalam dingin tak bertuan Kau layu dan kaku Bila siang mulai hilang Kau rabah kelimpungan Dan tak tahu arah tujuan Dibawah bintang berkilauan Kau tak tahu besar harapan Ditengah sinar benderang Kau tak sampai dihamparan Terkekang dipikiran, Terbenam dalam perasaan Dan basah dalam kurungan Begitu langit membiru Kau tak rajut impianmu Hingga […]
Baca puisi selengkapnya…