Senyuman Rembulan – oleh Ical Yuliyanto

kusapa helai angin dingin yang hangatkan kerinduan bersama relung impian,diantara puing kenangan dan mozaik harapan bercerita pada lengkungan bulan sabit dan bintang fajar dia,adalah jawaban atas penantian kuharap luka tahun silam tak lagi kucurkan tangisan redupkan senyuman basahi indra penglihatan bagaimanapun cinta pernah pergi meski kini kembali menyambangi namun kehampaan harus ku perhitungkan rindu terbongkah,usang […]
Baca puisi selengkapnya…