Senyum Bidadari – oleh Ian Andika Sopian

Senyummu wahai bidadari Menggetarkan hatiku Mengguncang seluruh ragaku Senyummu wahai bidadari Membangunkan bulu kudukku Membuatku tak hentinya berpikir tentangmu Senyummu wahai bidadari Manisnya semanis gula jawa Indahnya seindah melati yang bermekaran Senyummu wahai bidadari Tak ada habisnya ku bayang dalam rindu Tak ada lebih-kurangnya dimataku Senyummu wahai bidadari Tenangkanku yang gundah gulana Menyemangatiku yang hilang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Semua Tentang Kamu – oleh Ian Andika Sopian

Disaat senja kini mulai menggelap Wajah kamu,mata kamu terniang dikepala.. Entah kenapa jadi begini? Aku sangat merindukan hadirmu.. Wajarkah jika ku begini? Nama kamu mulai sering kuucapkan.. Normalkah jika ku begini? Foto kamu mulai sering ku pandangi.. Disaat malam kini mulai melarut Wajah kamu,senyum kamu menghiasi langitku.. Entah kenapa jadi begini? Aku sangat ingin bertemu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tersadarnya Seorang Sahabat – oleh Ian Andika Sopian

Mimpinya jadi konglomerat Membuatnya berjalan jauh pergi kebarat Memulai rangkak lalu berdiri sampai berkeringat Berusaha lepas buang beban yang terpanggul berat Dia terlalu berpikir cepat Ditinggalkanya apa itu sebab akibat. Ingin beli logam mulia yang terbeli logam berkarat Begitulah dia orang bodoh yang terlalu bersemangat Mengadu nasib ditengah-tengah jakarta barat Hanya bermodalkan sejuta nekat.
Baca puisi selengkapnya…

 

Ada Apa Aku Ini – oleh Ian Andika Sopian

Kenapa selalu ku pikirkan dia? Wajahnya slalu terbayang tanpa syarat dibenakku. Tiap malam sesimpul senyumnya seakan menyapa. Memanggilku melahap rasa kantukku. Kenapa selalu kurindukan dia? Matanya yang bersinar menggetarkan dadaku. Tiap malam ditelingaku suaranya seakan menggema. Menemaniku sampai tiba pagiku.
Baca puisi selengkapnya…

 

Aku Terjaga – oleh Ian Andika Sopian

Aku terjaga dari kantuk malam ini, Menantang kesunyian dengan musik kalbu. Ku lihat langit hanya ada rembulan sendiri, Menatapku seperti orang yang merindu. Oh Tidak, mungkin ini hanya mimpi, Hanya hayalan yang sering kali menipu. Tak ada apapun, yang ada hanya sunyi sepi, Di tepian kota ditemani redupnya lampu. Aku bosan akan suasana malam ini, […]
Baca puisi selengkapnya…