Memories – oleh Husnul Khotimah HR

Aku adalah planet merkurius yang di takdirkan paling dekat dengan matahari. Kehadirannya bagaikan sinar mentari yang datang membuat indah, pergi membuat buruk dan datang membuat bahagia pergi membuat luka-_- Maka dari itu aku senang menyebutnya matahari- Dan dia memberi aku mawar yang tidak bisa layu. Dia benar, kepalsuan memang abadi. untuk itu aku pergi!! Kelak, […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Bintang – oleh Husnul Khotimah HR

Bintag itu ya dia adalah bintang yg telah aku tunjuk Dia tidak begitu terang tapi dia bersinar dgn indahnya Bnyak disekitarnya bintang2 yg bertaburan tetapi hatiku tlah menunjuk satu bintang itu dan aku pun ingin menggapainya Terasa dekat dia untuk ku gapai karena hatiku meyakininya Tetapi hanya sebentar waktu yg di berikan padaku tuk melihat […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Ada yang Hilang – oleh Husnul Khotimah HR

ujan ya hujan, bicara tentang hujan aku sangat menyukai hujan, setiap tetes nya sangat ku sukai, hembusan anginya, badainya pun ku sukai, senang saat aku dibawah hujan itu . Sampai detik ini aku masih menyukai hujan, anginnya, semua ttg hujan Tapi ada satu hal yg aku lupakan dulu aku bisa dgn riangnya menari dibawah hujan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pancaroba kehidupan – oleh Husnul Khotimah HR

Hujan, badai, mendung, terang, cerah, bersinar, pelangi semua akan terus bergantian mengisi kehidupan kita . Banyak pepatah yg mengatakan “setelah hujan turun akan ada pelangi” Yah begitulah tuhan memberikan kesedihan lalu akan ada kebahgian Karena kebahagian dan kesedihan itu satu paket 😀 Saat kesedihan dihadirkan dihadapan kita trkadang kita berpikir betapa tak adilnya semua ini […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Mendungkan Berganti – oleh Husnul Khotimah HR

Desiran angin membalut kalbuku Jatuhnya dedaunan membawa sejuta rindu Arah mata angin sudah tak tahu arah semua yang berterbangan sudah melayang Gelapnya langit membawa hujan rintik hujan pun mulai terasa semua yang berjalan berusaha menghindar mencari tempat untuk bernaung. keramaian menjadi sunyi Guyuran hujan semakin menghujam tubuh langkah kaki yang tahu arah memperlambat langkah Kemana […]
Baca puisi selengkapnya…