Rindu yang sesal – oleh Heni Sulastri

awan menggulung hitam.. hujan sirami mawar.. pada malam ini rona wajahmu mendekat dalam ingatan.. gerik jemarimu menarikku pada perasaan terdalam.. angin membawaku terbang menembus batas lamunan kekasih.. biarkanlah lilin meleleh terbakar api, biarlah cintaku berirama setiap waktu terpasung kesendirian..
Baca puisi selengkapnya…

 

Goresan Pena – oleh Heni Sulastri

Ketika malam purnama kedua, Aku mematung dibawah sinar rembulan biru Sendiri berselimut dingin.. Aku termenung sejenak. Ingatanku kembali pada paradigma masa.. Kubuka lembar kertas tua yang tertelan usia.. Kudapati goresan pena yang lukiskan luka.. Kosakata yang tersusun sense menekan batin dengan sentuhan rima..
Baca puisi selengkapnya…