Desir Waktu – oleh Hawun Harati

Desir waktuku yang tak bisa dibelokkan Yang hilang dalam gelapnya malam Yang sirna tenggelam terik siang Yang bertambah dengan usia Tetapi berkurang tiap nafas yang kuhela Yang membuat nuraniku berbicara “Apa sudah kubuat mereka bangga?” Desir waktuku, pasir semua kehidupan Yang diatur manusia dan sadar dalam asa Hilanglah rasa amanku dan penat mengganggu Tapi kita […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kebersamaan yang hilang – oleh Hawun Harati

Tubuhku lemah dibalik hangat Tenggelam dalam kantuk Mataku mendongak keatas Tapi, saksiku ‘kan takjub Kain agung itu, Berkibar, bersinar Merah putihku yang tenar Menjulang di tiang, menari dengan tali Karena negara saya Jaya dari tahun empat lima Ragaku teringat nyawa-nyawa Yang melayang demi merdeka Yang berperang atas nama Tuhannya Karena percaya semua hal Akan indah […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Putus – oleh Hawun Harati

Cintaku yang hilang Dimana kau? Terbunuh angan? Rinduku padamu, Saat kau terbang ke awan Sekian tahun sepi rasanya Dua valentin tanpamu Aku rindu, cahaya wajahmu Dari kau memelukku, Dari kau bicara padaku Caramu makan dan canda-tawamu Kenapa kau meninggalkanku?
Baca puisi selengkapnya…

 

Purnama Tengah Malam – oleh Hawun Harati

Purnamaku bersinar terang ditengah gelapnya malam Menyilaukan bintang-bintang kecil yang meredup Tingginya ia melihat rumput yang membatu Ia melihat pohon yang membeku Awan dan hujan datang menghalanginya Menangis dengan purnamaku dibelakangnya Sedangkan Ia hanya menatap akan gelapnya malam Elang yang lapar melayang mendekati purnamaku Mengepakkan sayap besarnya dan membelainya Purnamaku sedih, meredup Awan pun hilang […]
Baca puisi selengkapnya…