Anastasya – oleh Hary Tobing

Kutarik selembar kertas, Kutuliskan rasa kagumku tak terbatas, ”Tapi,!! dia lebih dari itu, Terbenamku tak beraturan menggambarkan sebuah paras, Rasa lelah sudah, Masih belum puas masih ada, Tapi masih belum dapat apa kata paling indah, Gambarkan sosok mu anastasya, Aliran darah berdesir berirama, saat kupandangi bentuk dirimu jauh diujung sana, Tak perduli badai kini sudah […]
Baca puisi selengkapnya…