Senandung Pagi – oleh Hadi Buana Senja

Langit telah berkehendak lain lewat misteri Ruh Yang Agung menorehkan coretan dalam kanvas baru Ketika pagi datang, aku menyapa sang rembulan “Adakah engkau ingat cahaya kemilau dari mataku? Dan ingatkah engkau pada teriakanku sebelum Aku beranjak ke singgasana tidurku? Yang selalu ku senandungkan bersama deru angin” Bercakap dalam ketakjuban pagi yang indah Just For You […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Retaknya Kesenduan – oleh Hadi Buana Senja

Teman sejati dan keresahan membekap tak beranjak Seperti enggan berpisah dalam ruang yang penat tanpa isyarat Elegi kemarin menghiasi cakrawala malam dengan geram Tatapan rembulan begitu kosong dan dingin Dalam kebosanan aku berujar lirih Begitulah manusia yang bangga memamerkan sesuatu Mengait nurani hidup bahkan juga mencencangnya Mencengkram tubuh dan urat nadi pun terusik aliran darah […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Jantung Hati Yang Telah Usai – oleh Hadi Buana Senja

Aku resah…. Aku gundah… Love is blindness Trespassers William mengikuti letupan hening yang membabi buta Dititik sepi aku terhempas dalam lingkar gerak dan dahaga hasrat Ah…dimana dia sekarang? Mati menahan rindu dalam penatku Tumpukan buku-buku yang sedang kubaca tetap saja membatu tak membantu Edan… Aku sekarat menahan asmara…. Asmara dibekap tak bersuara bahkan seperti mati […]
Baca puisi selengkapnya…