Tentang Rasa – oleh Habil Razali

Rasa terpendam Semakin mendalam, tertanam Kala muncul, telah disia-siakan Tak peduli, bahkan dibiarkan Rasa memakan jantung Mengikis relung kesepian Jiwa menyendiri, sendiri Dia telah pergi, takkan kembali Tak peduli, menyakiti Rasa bertaburan dalam lauk Sepiring masa silam Dillengkapi buram, sangat lezat Kau ingin menyicipinya? Seakan sesak, tak ada minum Rasa bersarang, di atas dahan Rimbun […]
Baca puisi selengkapnya…