Iringan Hujan Dalam Raung Melodi – oleh Fybie Maharani Putri

Nada-nada tetesan air hujan Terdengar dari depan jendela kamar, Dan menghatarkan melodinya Ke setiap penjuru ruangan Membentuk sebuah harmoni berirama Menyihir pendengarnya menjadi sesak Memaksa pikiran ‘tuk kembali mengingat kenangan Genangannya terasa berserakan Menahan rindu yang tak terungkapkan Hujan tak pernah tau Kemana ia akan menimpa Tapi air mata ini tau benar Karena dan untuk […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Ada Kisahnya – oleh Fybie Maharani Putri

Terkadang hati ini ragu, Karna terus tersakiti oleh salah Tetapi orang kata, cinta itu indah Pernah kurasa, cintalah Sebab dari tiap deguban yang ada Yang terpendam dalam dada Tetapi, pernah kita istirahat dari semua yang ada di antara kita hanya belum siap tuk rasakan yang sama Karna ada orang berkata akhir cinta tetaplah sama hanya […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Fantasi – oleh Fybie Maharani Putri

Masih ku ingat Awal kita saling memberi semangat Desember hanya kenangaan sesaat Yang selalu berat Tuk kulupakan, Nada-nada gemilauan Hati ini serasa ingin kuluapkan Tapi ‘ku tak berdaya Karna dimainkan oleh rasa Juga manis kata, Selama ini kau anggapku ilusi belaka Yang menari-nari ditiap kedipan matamu Dan kau bagai fantasi Yang melatar belakangi Semua mimpi-mimpi […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tak Mampu – oleh Fybie Maharani Putri

Kadang perasaan ini tak bisa ku mengerti, Lama, kita telah berpisah Namun mengapa? Ku masih tak bisa terlepas Dari ikatan masa lalu Kau hanya sebatas kenangan Dariku yang dulu Lelah ku berupaya tak mengingatmu lagi Berulang kali ku bertekad Melupakan semua yang dulu Ku belum mampu, Sesungguhnya jujur ku belum mampu Melupamu dalam setiap memori […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Rindu Yang Terbalas – oleh Fybie Maharani Putri

Rindu Yang Terbalas Mata itu, Mata yang terbuka sayu Yang menatap lurus ke arahku, Seperti menyimpan kata beribu Yang tak tersampaikan… Ia berjalan dengan lugas Dengan terpancar seulas Senyum yang membias Rahangnya yang tegas Mengucap pelan penuh arti Sesaat, membentuk lekukan dipipiku Membuat detak jantung ini Berdebar kencang Tak lagi hati ini meradang Karena seseorang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Dia – oleh Fybie Maharani Putri

Dia aku meliriknya dari sudut mataku dengan ragu, berharap dia menoleh ke arahku, tetapi jantungku berdegub kencang seperti sedang berlari, ketika dia tidak hanya menoleh,tetapi juga tersenyum manis sekali. kukira dia tampan nyatanya tidak, dia juga menyenangkan Kukira dia adalah kado dari langit Ternyata bukan, dia adalah langit itu sendiri. Rambutnya terkibas, Menari lembut menyusuri […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Angin Lalu – oleh Fybie Maharani Putri

Angin Lalu Saat angin meniup Dedaunan melambai-lambai, Sungguh tak berdayanya aku, Saat takdir tak mau begitu. Seperti mentari yang memberi terang, Seperti awan yang menaungi awan Aku ingin jadi itu semua bagimu Namun takperlu lagi kau mengingatnya, Karnaku tak bisa mewujudkan itu. Lupakan saja aku Seperti angin lalu, yang memberi sejuk sesaat Sebelum menghilang tak […]
Baca puisi selengkapnya…