Menjadi Malammu – oleh Fury Septiani

Aku ingin menjadi malammu, kekasih Menyampaikan rindu-rinduku lewat mimpimu Meriuhkan gelap pekatmu yang sunyi Jangan, jangan berharap aku menjadi pagimu Yang menyapa begitu hangat seperti pelukan mentari Entah mengapa Bagiku, memelukmu adalah luka Biarkan saja aku menjadi malammu, kekasih Aku lebih bahagia Rinduku kau jamah melalui mimpi Hingga kau membuka mata Dan aku telah tiada […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Setelah kepergianmu – oleh Fury Septiani

Setelah kepergianmu Langit kini tak biru lagi Derai tangis hujan tak pernah henti Bahkan hati telah banjir airmata Setelah kepergianmu Keikhlasan seolah menghilang Aku nyaris tak mengenal siapapun Apakah mereka memelukku Atau memeluk lalu menancapkan pisau di belakangku Setelah kepergianmu Banyak yang terjadi Banyak duka yang kulalui Katamu, aku harus kuat Namun, nyatanya aku lemah […]
Baca puisi selengkapnya…