Kasih Putihku Telah Lama Pergi – oleh Fatmawati Latif

Kasih Putihku Telah Lama Pergi Aku pergi… Seperti yang kau ingini Kubawa semua duka hati Bersama puing-puing lara yang kau torehkan disini Di lubuk jiwa ini Kau tak pernah menyayangi, juga mengayomi Tak ada cinta juga kasih yang kurasai dalam pernikahan ini Curiga mu membumbung tinggi, cemburumu tak punya alasan pasti Prasangkamu tak terbukti, walau […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Untuk Sahabatku Ani – oleh Fatmawati Latif

Ani…,wajahmu teduh dalam rembulan sepuh Hadir menyapaku dalam balutan jilbab ungu Senyummu tersungging ayu menggapai jemariku Oh…kaukah itu…?”, sahabat yang selalu kurindu Memanggilku dengan suara merdu. Olala…,aku mimpi bertemu Dengan sahabat-sahabatku dulu Bersua di bawah rimbunan pepohonan depan kampus biru Bersama Atin, Rini, Fitri dan Nurul Tawa kita seolah tak pernah surut. Akankah kita bertemu…?” […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kasih Jangan Kau Pergi – oleh Fatmawati Latif

Sepi menelisik sisi hati yang berdesir Pagut rindu tak bertepi, menggema dalam sunyi Oh kasih…, masihkah terselip di hati Rasa yang berpijar bak dian di tengah gelap hari Menguntai asaku menari. Sepi mengusik, membaur dalam imaji Mematut kangenku yang menari di lipatan hati Oh kasih… mungkinkah kau pahami Cinta yang terpancar bak mentari tersembul membias […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Aku Selalu Cinta Padamu, Abi ku – oleh Fatmawati Latif

Kaulah suamiku, pemimpin rumah tanggaku Kau ayah dari kedua anak-anakku Kau pelitaku, penuntun arah langkahku Tempat kulabuhkan resah dan gundahku Kadang kau tak tahu apa yang ada dalam alam benakku Sering tak kau pahami apa yang bertalu dalam jiwa resahku Tapi kupahami dirimu selalu meski terkadang ku menggerutu Namun kuterima kekuranganmu, juga syukuri kelebihanmu Apa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sedih Yang Membuntuti – oleh Fatmawati Latif

Galau merayapi hati Menguak sedih, menoreh pilu tak bertepi Pengorbanan seolah tak berarti Mengiringi titik-titik bening yang membanjiri. Oh sedih…kau sapa jiwa yang letih Kau senantiasa membuntuti Bilakah kau pergi dan sirna dari sini Datangkan senyumku kembali Rabbi…, Sang Pemilik nafas hidup ini tuntunlah hati dan kuatkanlah keyakinan diri Agar kudapat melangkah pasti Buang sedih […]
Baca puisi selengkapnya…