Hujan dan Malapetaka – oleh Falya Zakira

Langit kelabu angin menggebu Dalam terkaku pertanda turunnya Jutaan kristal bernilai emas Jatuh cuma-cuma Namun tak seorang pun mau menyeberangi pintunya Guna sekadar memungut Dan menatahnya bersama perhiasan mereka Dan aku Menerawang awang-awang di balik kungkungan tembok kayu Di gubuk tua semata wayang Diiringi alunan derasnya bulir-bulir itu Yang terasa bagai alunan simfoni bertempo keras […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kenangan Yang Terbuang – oleh Falya Zakira

Ini adalah fragmen cinta kita Terputus oleh kubangan perbedaan Karena kau sendiri yang memulai Kenapa harus aku yang menuntaskan semua ini Sampai di titik mustahil yang menurutmu akhir? Dalam peluk kau bilang inilah yang terbaik Dalam hangat kau bilang maaf Dalam hati kutahu kau bilang seseorang menanti Sebelum jemari yang mengait jemariku terlepas Dan sepatumu […]
Baca puisi selengkapnya…