Tepat Satu Titik – oleh Fajar Al Amin

Kau gengam Erat setiap tatapan itu Ada beberapa kisah yang mengajarkan Tentang sore yang ungu Laguna-laguna kosong Cahaya menyeruak menembus awan Berbatang-batang kristal . Masih tersisa satu, dua dalam benak Langkah-langkah yang menjejak pasir Berkejaran demi satu tempat atau berhenti di sana, demi hanya ingin diam Ini membingungkan Sayangnya, ini baru awal .
Baca puisi selengkapnya…