Lilin Kecil – oleh Eva Indriyani

Pernah ku melihat pelangi dikala hujan reda Pernah ku melihat bunga bermekaran dikala musim semi Pernah ku melihat rembulan yang bersinar dikala malam gelap Tapi semua itu tak seindah dirimu….. Tak selembut hatimu Bahkan kau lebih indah dari bidadari yang pernah hadir di mimpiku Terima kasih cinta…..
Baca puisi selengkapnya…

 

Terpaku dalam Jawaban – oleh Eva Indriyani

Bimbang…. Mungkin ini yang sedang ku rasa Tak hentinya aku berfikir Mengapa dia memlihku Padahal aku… Aku hanya sehelai daun kering Yang terbuang dan tersisihkan oleh sang angin Dan kau bagaikan mutiara Yang tersimpan di tempat terindah Tapi kau………??!! Dengan beraninya ungkapkan rasa itu pada ku Aku hanya bisa terdiam dan terpaku menatapmu Aku pun […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tersiksa dalam Kerinduan – oleh Eva Indriyani

Meski rindu ini semakin menggebu Meski rasa ini semakin bergejolak Namun apa daya Aku tak bisa bersamamu lagi Kasih ini tak sampai Cinta ini tak usai Aku bingung ….. Aku resah…. Harus dengan cara apa aku menghentikan rasa ini Sudah cukup aku menderita Di bayang bayangi oleh rasa yang semakin kuat Bahkan…. Terkadang ,, aku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Aku tak mau bercinta lagi – oleh Eva Indriyani

Semua berahir.. Tak pernah terbayang di benakku Aku meninggalkanmu Tapi…Cuma itu yang harus ku lakukan Aku tak ingin mengulangi kesalahan ku yang dulu Aku tak ingin lagi…. Aku tak mau bercinta lagi Tapi mengapa hati ini tak rela untuk melangkah pergi Mengapa ku sulit melupakan mu Kau yang dulu pernah menyakitiku Dan sekarang kau datang
Baca puisi selengkapnya…

 

Penuh Tanya – oleh Eva Indriyani

Hitam…. Itu adalah aku Dan kau.. Terlalu putih untuk ku miliki Ku coba merubah hitam menjadi merah Tapi pada kenyataannya Kau terlalu abu – abu bagiku Apa mungkin rasaku untuk mu.. Seperti hitam dan putih….? Atu bahkan hanya sekedar abu – abu…? Mungkin…
Baca puisi selengkapnya…

 

Anganku – oleh Eva Indriyani

Dia seperti angin Membawaku terbang menuju kebahagiaan Dia seperti mentari Menghangatkanku saat aku sendiri Dan aku….. Aku hanyalah gelembung sabun Terombang ambing terbawa angin Dan pada ahirnya hilang tak membekas Mungkinkah aku dapat bersatu dengannya, Tuhan….. Walaupun aku hanya gelembung sabun Tapi…mekki aku tahu itu hal yang mustahil Namun hati ini terus menginginkannya Dan keinginan […]
Baca puisi selengkapnya…