21.12.2012 – oleh Effrida Ayni

Desember, kuberikan padamu setangkai mawar. Katamu mawar itu indah, tapi berduri. Kemudian aku mulai berpikir Kenapa tidak aku memberimu setangkai mawar tanpa duri. Desember, aku pergi menemuimu. Kuberikan padamu setangkai mawar, tanpa duri. Lagi-lagi kau bilang mawar itu indah, tapi tidak bewarna merah. Dan aku mulai kesal.
Baca puisi selengkapnya…