Tanah air yang keruh – oleh Dwi Putra

Hidup di negara yang mulai cedera Dimana batas mulai tak terukur Diruang hampa tanpa nada Dan bait yang mulai tak teratur Indah memang, percuma sekejap Cobalah bangkit, kembali meratap Apa manusia, dimana letaknya Bagaimana caranya, bagaimana seharusnya Bukan slogan yang ingin kita dengar Bukan janji yang tak pernah kau tepati Bukan omong kosong yang membuat […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Dirimu – oleh Dwi Putra

Awan langit yang menua Rindu akan hari yang ceria Pelangi kan membelai langit kelabu Bidadari tlah bangunkan tidur panjangku Ajakmu tuk melihat ramainya dunia Dengan engkau tersenyum saja Jiwa ini terbawa arus paras indahmu Inginkan dirimu walau masih kelabu Hanya harapkan hujan berikan kehidupan Hanya ingikan rindu terbalas cinta Hanya untuk rasa tak bertepuk sebelah […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Masih juga terlupa – oleh Dwi Putra

Kain yang lembut itu jarang kau sentuh Tersimpan disebuah lemari dekat tumpukan baju Apalagi mencuci muka dengan berdo’a Apalagi sebut kalimat tenangkan jiwa Terlalu sombong kau anak muda Terlalu acuh masa depanmu Terlupa pada sang pencipta Tentukan riang lirih hidupmu
Baca puisi selengkapnya…

 

Dua sisi – oleh Dwi Putra

Bertekuk lutut Patuh pada tuannya Mungkin sudah larut Apa gunanya Ingkar pun tak guna Menurut hanya menyesal Mati sempurna Hidup yang kekal Menagis terlambat Tertawa tak sempat Pergi tak sampai Kembali aduhai Dua sisi – oleh Dwi Putra Bogor
Baca puisi selengkapnya…