Pangeran Mimpi – oleh Dwi Puji Lestari

Kini kau selalu semu. Gelap kulihat matamu. Menandakan aku harus berhenti. Berhenti pada sebuah harapan Harapan yang semu. senyum itu selalu melayang. Melayang dan hinggap pada seorang bidadari. Tapi senyum itu juga semu. Berhentilah, Senjata itu akan menusuk. Tak inginku perih dengan semua ini. Melihatmu tersenyum bersama bidadari. Menatap pekat indahnya rembulan. Aku hanyalah seorang […]
Baca puisi selengkapnya…