Pulang – oleh Dodi Muhammad Hidayat

sesaat sebelum ku mati adakah maaf antara kita terucap? Sesaat sebelum kau mati Mungkinkah aku sempat mangecup keningmu dan hari ini akan menjadi sejarah tentang hidupku yang selama ini terbuang dimana kudapat secercah harapan dan sepucuk pesan dari Tuhan “Sebab, tempat terbaik untuk menangis, marah, bahagia, duka, haru, adalah keluarga. sejauh apapun kakimu menapak pastilah […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sebuah Cerita – oleh Dodi Muhammad Hidayat

Entah terselip di tumpukan mana cerita yang dulu pernah kita tulis berdua Apakah tersembunyi di balik terik mentari? Di lorong – lorong malam yang sunyi? Atau diterbangkan begitu saja mengikuti arus angin di sore hari? Ah, atau mungkin juga mengalir bersama embun sejuk di saat pagi? Mungkin saja Sebuah cerita yang dulu pernah kita harapkan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Serumpun Rindu – oleh Dodi Muhammad Hidayat

Lama tak kujumpa kau punya rupa Elok wajah anggun yang tengah tersipu Tersaji dengan hangat senyummu Aku rindu kau punya rupa Tertanam benih syahdu Dibalur air matamu Mengalir dalam alur langkahmu Berakar keteguhanmu Juga diriku Kini tengah kupanen serumpun rindu Menjalar lebat mengikat kalbu Kutuai serumpun rindu Rinai jemarimu Pada seutas rambutmu Sepasang biji matamu […]
Baca puisi selengkapnya…