Air garam menimpa lukaku – oleh Disinta Rohmatul ‘Izzati

Hatiku tergores pisau kekecewaan.. Tajamnya pisau itu… Sangatlah membuatku lesu.. Hingga ku tak bisa menghadangnya… Belum sembuh luka itu… Air garam menyiram lukaku Tumbuh rasa sakit yang lain.. Datangnya sangat tiba – tiba tanpa ucapkan permisi.. Dia datang dengan wajah yang tak berdosa… Sungguh, diri ini bagai daun tiada ranting Hanya bisa jatuh beterbangan mengikuti […]
Baca puisi selengkapnya…