Bunga cahaya – oleh Dion Apriandi

Terbesit karangan cerita hidup Kemilauan bak emas murni Bertaburkan cahaya bintang Tanpa gelap yang menyakiti Sekuntum bunga cahaya Kutanam untuk sinari hatimu Kala engkau sedang gundah Kala engkau sedang kesepian Seolah antara siang dan malam Hanya ceritamu jadi problema Seiring tumbuhnya masa Secercah mekarnya kuntummu Hanya elok rupa wajahmu Dan hati bertuliskan namaku Kutunggu engkau […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Asmara hidupku – oleh Dion Apriandi

Asmara hidupku….. Kukenal engkau lewat isi hati ini Tak pernah ku pandang semua dari fisikmu Tak memandang engkau dari sisi gelapmu Ku isyaratkan kebanggaanku Dan lukis indah wajahmu Tiap goresan dan demi goresan Warnai dirimu menjadi inspirasiku Ku buka lembaran – lembaran baru Bertajuk cinta dan kasih sayang Hanya engkau dan aku berdua Yang akan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Guruku sang cahayaku – oleh Dion apriandi

Gemerlapan bintang dilangit Bagai kiasan fatamorgana Curahan hati dan pikiran Senyuman indah bak taman surga Guruku sang cahayaku….. Terangi mimpi khayalku Warnai semangatku Penyemangat untuk hari esok Jiwamu selalu kau abdikan Untuk para muridmu tersayang Tak pernah mengenal waktu Tuk ciptakan motivasi baru Guruku sang cahayaku….. Kau adalah lentera dijalan yang sunyi Kompas arah menuju […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Surat terakhir untuk dirinya – oleh Dion Apriandi

Kala waktu sungai mengalir Seperti itu isi hatiku Jauh kuharapkan untuk itu Hanya debu usap wajahku Sebuah tombak tertancap dihati Remukkan jiwa dan ragaku Terangkan mata hati ini Buatku terus tuk berfikir Keajaiban memang bukan segalanya Saat ku terus terang padanya Seperti tersulut api membara seperti guncangan gempa Kumemang harus pergi Dan meratapi kenyataan ini […]
Baca puisi selengkapnya…