Guruku sang cahayaku – oleh Dion apriandi

Gemerlapan bintang dilangit Bagai kiasan fatamorgana Curahan hati dan pikiran Senyuman indah bak taman surga Guruku sang cahayaku….. Terangi mimpi khayalku Warnai semangatku Penyemangat untuk hari esok Jiwamu selalu kau abdikan Untuk para muridmu tersayang Tak pernah mengenal waktu Tuk ciptakan motivasi baru Guruku sang cahayaku….. Kau adalah lentera dijalan yang sunyi Kompas arah menuju […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Surat terakhir untuk dirinya – oleh Dion Apriandi

Kala waktu sungai mengalir Seperti itu isi hatiku Jauh kuharapkan untuk itu Hanya debu usap wajahku Sebuah tombak tertancap dihati Remukkan jiwa dan ragaku Terangkan mata hati ini Buatku terus tuk berfikir Keajaiban memang bukan segalanya Saat ku terus terang padanya Seperti tersulut api membara seperti guncangan gempa Kumemang harus pergi Dan meratapi kenyataan ini […]
Baca puisi selengkapnya…