Senja – oleh Dibi Rahmi

Ketika senja hinggap di pelupuk mata, aku menari di tengah kota. Mengisah pada matahari, tentang rindu yang tak jua pergi. Ketika senja mulai menggelap, aku tertegun menatap hitam. Mengulas senyum pahit di antara derai air mata. Kala senja bukan lagi malam, aku melangkah hingga menyambut fajar. Ku uraikan sekilas cerita tentang senja yang masih saja […]
Baca puisi selengkapnya…