Tersemat Indung Kalbu – oleh Dian Fitrians

Teringat, ‘tika Bunda merengkuh hangat kalbu, membelai helaian surai legam tatkala aku sedang lara Teringat ‘tika senja datang dan aku belum pulang , Bunda resah,daun-daun pun ikut gelisah sampai lubuk tak cipta jenjam nyata ” kau hendak kemana nak? diluar hujan , baiknya kau disini” tegur Bunda kala guntur melesat ber-iring iring dengan derai hujan […]
Baca puisi selengkapnya…