Rembulan di balik jendela kamar – oleh Dewa

Sebarkas menyelinap masuk di sela kisi-kisi jedala kamarku. Lembut seakan mengelus sentuhan tangan mengelus wajah. Senyum aku rasakan, seraya mata perlahan terbuka, Harapan sosok pujaan ada dalam satu ruang, aahh,,, ternyata hanya seberkas sinar purnama. Tertegun duduk di sambil tangan menggapai cahaya nya. Seberkas sinar rembulan sekarang seakan menggemgam tangan.. Sementara khayal, terbayang saat kita […]
Baca puisi selengkapnya…