Ketakutanku – oleh Claudia Puspita Sari

Sunyi membawa sendu Diiringi dengan dentang lonceng gereja Sepanjang lorong ku berlari Mencari kebenaran yang sesungguhnya Gemetar ku rasakan Melihat bendera kuning disana Dan pintu yang tertutup rapat Seolah menantang untuk dibuka Ku beranikan diriku Menjawab tantangan sang pintu Tertutupnya mata indah itu Bagaikan vonis dari ketakutanku Ku lihat jasadmu Terbalut dalam sehelai gaun putih […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sang Malaikat – oleh Claudia Puspita Sari

Dosa dimasa kecil Satu dosa yang mengubah segalanya Satu dosa yang menhancurkan jiwaku perlahan-lahan. Bagai racun si ular berbisa Tapi hari itu kau datang Bagai malaikat yang membawaku kembali ke surga Memberkatiku dengan kebahagiaan Menyucikan jiwaku dengan cinta Tapi, semuanya musnah seketika. Setelah kau pergi dengannya Thanatos, sang maut Dan masa lalu menelanku Membawaku kembali […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Waktu – oleh Claudia Puspita Sari

Seandainya dapat kuputar waktu Kan ku putar waktu Agar dapat kembali ke masa itu Masa dimana kita saling merindu Maka ku pejamkan mataku Dan ku berdoa untukmu Juga untuk jiwaku yang dulu Yang telah hancur dimakan waktu Tangisku tak terbendung Bagai hujan di malam yang sendu Menangisi kepergianmu bersama separuh jiwaku yang telah hancur. Dalam […]
Baca puisi selengkapnya…