Peti kesalahan – oleh Caca Avita

Kutatap dengan mata hati Kurasakan dengan dingin hati Tempat yang ku lihat Tempat yang kini ku singgahi Menyuruhku memutar memori Pada bagian kisah yang tak diharapkan Ada pilu menggerogoti lubuk hati Tapi tangis tak mau turut serta Sesak,sungguh sesak tak tertahankan Menahan nafas tuk berhembus damai Ku menahan agar ingatanku Ku menahan agar asa ku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Bukan puisi jatuh cinta – oleh Caca Avita

Hitam diatas putih Menatap dihadapanku Tanpa sadar ku lukis Ku lukis lagi puisi cinta Bait puitis menatapku Dengan sejuta tanya Mengapa masih berpuisi cinta? Mengapa tetap lampiaskan rindu? Tinta sudah bosan menangis Bersamaku merangkai bait syair Lirih lisan ku berucap Sendu mata ku menatap Mengapa harus puisi cinta? Mengapa lagi hati ku bercurah? Tetapi kali […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Gores penaku – oleh Caca Avita

Dulu Pena ku masih kokoh Erat dalam genggam Kini tertatih saat mengukir Inginnya disiram tinta tuk lepas dahaga Setelah ukir jutaan untai kata Saat hati bercakap dalam gubahan Kisah tertuang dalam wadah syair Kiasan saling berpadu serasi Mengalir syahdu di setiap barisnya Emosi ku menjelma dibalik kalimat Makna ku selipkan dalam peran istilah Ku harap […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pengecoh – oleh Caca Avita

Pandanglah ke arah sana Disana ada kisah kasih nan damai Berbalut canda tawa yang merekah Bak musim semi melupakan malam Tak lama,kisah disinggah pengecoh Tamu tak diundang datang berkunjung Perlahan mengubah alur menjadi kabur Membawa ke pelabuhan yang salah Sejauh apapun berlabuh….. Salah arah tak ‘kan ubah takdir Lantas kini kemana dia ‘kan pergi? Yang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Bunga tidur – oleh Caca Avita

Angkasa begitu gulita Rembulan hadir bagai pelita Jiwa yang hanyut dalam arus mimpi Membius sang insan terlelap damai Langkahku berpijak di persinggahan Terlihat sosok mu disana..ya dirimu.. Degupan jantung berpacu tak berirama Hangat dirimu merasuki jiwaku Menatapnya..teduh parasnya.. Tunggu, mengapa kristal mencair dari mataku? Membuat pipiku begitu basah kuyup Mungkinkah ku merindu akan dirimu? Alam […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Lentera sutra – oleh Caca Avita

Merajut senja yang terbelah Haus jemari ku mengemis Direngkuh gulita ku semakin malam Alur tertatih pun siapa peduli? Ada sesal menyentuh kalbu Hingga tersekap lancangnya jeruji Saat itu akal sehat tak ambil peran Jadilah tersandung petaka Pelita dimatikan dalam pandangku Meraba ku sendiri di dalam tudung hitam Bingung,perih rasa pun singgah Cepat lenyap dalam kabut […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tinggalah Khayal – oleh Caca Avita

Terhirup udara khas di bumi Meniupkan kegelisahan sanubari Ketakutan mendekap erat jiwa ini Tersungkur ke sudut dengan keji Bergetar jiwa tak beralasan Mengguncang hati begitu menakutkan Senyum bahagia sebutlah kiasan Hidup ini cukup mengerikan Apa yang dapat dipercaya lagi? Ketika yang berkhianat kini urat nadi Ketika jiwa tak lagi memegang janji Tinggalah segenggam khayal menemani […]
Baca puisi selengkapnya…