Dingin yang membawa – oleh Burhanudin Nur Ahmadi

Deras hujan menderai lumpuh Terjatuh Berarak dingin menembus pertiwi Dalam gulita kala surya berpaling Ku terdiam seribu tanya Seringai angin berayun kencang menatap lembut hati nan sepi Ku terkenang kau dimasa yang lalu Membagi waktu sembari sendu Tergagap diam angan berlalu lalang ingin kembali membasahi keringnya Hati yang sempat kau sirami Kini hanya memory terasa […]
Baca puisi selengkapnya…