Dalam Diam – oleh Bemy Ayu Octavianie

Ketika mata saling memandang Menatap perlahan hanyut dalam memori Seakan kembali… Namun tetap di sini Di sini dalam kenyataan tentang perpisahan Dan sejujurnya aku benci Karena aku takut rasa ini tetap ada Ketika aku beradu pandang denganmu Terdiam dalam kerinduan Namun jantung berdenyut sama Sama seperti sebelum memilikimu Mungkin saja Ada sedikit bahagia dalam saling […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Nada Rindu – oleh Bemy Ayu Octavianie

Kerudung putih itu membuatku terlihat sama dengan gadis lain Yang berbeda adalah caraku tertawa, yang membuat Bola matanya mencari-cari bola mataku Melihatku dengan bisikan-bisikan tidak jelas Lalu, memaksaku untuk menoleh ke arahnya Sudah kau bilang, aku adalah Wanita yang tidak tahu terimakasih Ketika kau telah banyak memberi bahkan Mengulurkan tanganmu yang kuat untuk menolongku Wahai […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Musnah – oleh Bemy Ayu Octavianie

Dalam relung jiwa yang telah lama ada Hati kecil berbicara seakan memang tak pernah berdusta Hati nuranipun tak pernah bersembunyi ketika masa masa seperti ini Bahkan memang seharusnya hati yang berbicara Tentang dusta yang ku sembunyikan dari Tuhan Demi makna.. Bahwa aku tak inginkan sebuah karma Namun.. Tuhan bukanlah manusia Yang bodoh bahkan tak melihat […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Seberkas rindu – oleh Bemy Ayu Octavianie

Baskara lebih sopan dari siapapun di dunia Sebab ia selalu pamit tiap hendak pergi Menenggelamkan dirinya ke pusaran bumi Lalu terbit lagi kala pagi Tidak seperti cinta Ah.. Cinta Sumbing sindoro apakah kalian baik baik saja? Masihkah berdiri tegap berjejer seirama? Sedang. Ingatkah kau pernah menjadi saksi atas ceritaku? Ku habiskan waktu,tangis dan tawaku denganmu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tanpa pamit, senja – oleh Bemy Ayu Octavianie

Gemuruh suara bus itu mampu mengalihkanku pada kebencian awal Mengacuhkanmu seketika. Membuang muka tak pernah ingin bermain mata denganmu Lantas,sepatah dua patah hari demi hari terucap Menjadi kalimat yang tertata,menyentuh ranting ranting hatiku Kau semakin mendekat,menelusuri lorong jiwaku,kemudian perlahan Kau dapat mengetuk pintu hatiku Ketukan itu semakin keras,menggugah ragaku untuk mendekatimu Kau sempurna membuatku tertawa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hanya Mimpi – oleh Bemy Ayu Octavianie

Ketika bintang dan bulan tak ku lihat Tak ku pandang barang semenit pun Karena aku hanya ingin terpejam Demi lupa sejenak pada pedih ini Ku ambil sehelai kain yg akan membalutku Dalam dinginnya malam yg gelap gulita Dan… Aku merasa telah jauh berada di sana Dalam sebuah kehidupan yg tak nyata Dalam keadaan terjaga namun […]
Baca puisi selengkapnya…