Kupanggil Cemara – oleh Bambang Sulaksono

Tumbuh tinggi laras wangsa: membuana Ketika Ilalang takut terbalut gulma memaksa Dedaun berayun di dekatnya membonceng hama Semakin tinggi Gulma kurajut kutendang sayang, kubuang di lubang kututup parang Hama kutantang, kuajak berkelahi kupukuli sampai mati Ilalang juga kurajang matang di atas bakaran arang Cemara menjulang Akarnya mengebut, menjulur-julur seri berkisi rapi Kusiram dalam julang tinggi […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Coretan Hitam – oleh Bambang Sulaksono

Katakan kepada sejarah Hidupku tak akan kelam, mataku belum buram Biarkan tangisku teribaratkan peperangan Dan aku tidak ingin selamanya berperang Beberapa dekade telah terlewati Apa kau hanya ingin meperburuk diri dengan bersedih? Katakan Aku hidup dengan semangat didada Membara, lebih berkobar dari sebelumya
Baca puisi selengkapnya…

 

Cemburu – oleh Bambang sulaksono

Guratan takdir, dan asa yang masih tak bisa kubopong Lewati riaknya air penantian abadi, gemericiknya menghempaskan nafas-nafas menangis Tak semestinya berperasa, jika noda itu membuatku semakin risih Tak semestinya gramofon, berputar seiring dengan keklasikan perasaan Memandang takjub, ulu hati menyaksikan mereka sedang berpuisi Rimanya terlihat jelas, mereka saling menghambur-hamburkan kasih Teramat sulit untuk tidak berkaca […]
Baca puisi selengkapnya…