Irama rindu – oleh Auviq Listyo Syahdewo

Kini ku bagaikan bunga yang layu Mudah sekali untuk terjatuh Malam kulalui dengan tangisan Tetesan air dari mata ini,tak dapat ku hentikan sampai mengering Ku tanyakan pada hujan tentang apa yang kurasa Namun, Aku tak mendapat jawabannya Wahai semut merah Apa yang sebenarnya kurasakan? Aku benar benar tidak mengerti Mengapa Aku selalu mengigil dimalam hari […]
Baca puisi selengkapnya…