Maafkan Aku Ibu – oleh Aura Ganis

Duduk termenung di hadapan Senja Hanya rasa bersalah yang selalu datang Menyianyiakan dahulu yang pernah ada Rasa yang dulu telah hilang Tetes air mata yang tak berarti Hanya menambah sesak di dada Semuanya telah hilang dan pergi Tertusuk dalam hingga ke sukma Maafkan aku ibu, Memang sudah tak ada gunanya ku sesalkan Tapi sungguh ku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Ingat Alas Lupa Kaki – oleh Aura ganis

Berdiri di bawahnya terik matahari. Dengan lantang mengeluarkan suaranya, Menjajakan korannya di setiap kendaraan. Yang terdiam di hadapan rambu lalu lintas. Kaki mungilnya berjalan kesana kemari, Tanpa menggunakan alas. Dengan gagah kaki itu melangkah, Demi mencukupi kehidupannya Pada suatu saat timbul dalam benaknya, Menginginkan sepatu yang di dambakannya. Tapi apalah dayanya?, Tak mungkin ia dapatkan […]
Baca puisi selengkapnya…