Dua hal – oleh Arleisha Aurelia

Singkat cerita saja ada lara memuncak langkah demi langkah runtut semua dihabisi disini dimakan sunyi menghantar raga yang menyulit rasa yang terlilit menjadi satu bagian utuh redup hilanglah semua kurva ku tenggelam hanyutlah semua harapanku kini tinggal dua hal sungguh hanya dua tak banyak tak sedikit tetaplah kunci bibir mu dan DIAM lah terus terjunkanlah […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Papa – oleh Arleisha Aurelia

Menilik kembali kisah lampau menarik kata hati yang bermakna mengantar jiwa yang senang bersama dengan sosok hangat dalam jiwa kebahagiaan sejati mengalir dekatnya jenaka sering dihaturkan dalam bibirnya membuatku terbahak-bahak tak henti tak pernah kusesali semua sekarang aku sudah beranjak remaja kanak-kanak ku sudah melayang sekarang aku hanya memikirkan pangeran tampanku sekarang aku hanya kukuh […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Burung Kertas – oleh Arleisha Aurelia

Burung Kertas Terbang membawa asa ku Melayang membentuk anganku kubuat satu persatu untuk membentuk sebuah keajaiban andai dia terbang dan membawa harapanku harapanku bersamanya yang tak kunjung menjadi realita Burung Kertas bergumam pikiranku entah aku teringat oleh apa air yang sudah menyudut mata akan turun sedetik lagi andai dia tau apa rasaku kuharap telepati itu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Persahabatan – oleh Arleisha Aurelia

Persahabatan bukanlah hal yang mudah.. Tidak mudah untuk dijalani.. Tidak mudah untuk dipahami.. Tetapi mudah untuk memberikan rasa bahagia.. Sahabat adalah seseorang yang berharga.. Cinta kasih dibangun dalam sebuah ikatan.. Ikatan kebahagiaan yang selalu menyatukan sanubari.. Takkan mudah dilupakan dari benak hati.. Hidupku takkan lebih indah tanpa engkau.. Takkan lebih berwarna tanpa lengkungan senyumanmu.. Takkan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Cinta Untuk Kakak – oleh Arleisha Aurelia

Senyum indah terukir di bibirmu Ketika itu hari seakan cepat berlalu Meninggalkan sebuah kenangan manis Melukiskan bayangan indah di asa ku Kak,apakah pernah terlintas oleh pikiranmu Pernahkah terbayang di anganmu Pernahkah tergambar di benak mu Bahwa aku lah sang pemuja hatimu Mungkin aku tidak perlu memimpikan hal yang indah Hanya melihat wajahmu nan bersinar Sudah […]
Baca puisi selengkapnya…