Doa Pagi – oleh Ardi Suhardi

Matahari yang berpendar di ufuk timur Melebarkan gelisah paling resah Di antara awan gemawan Terselip doaku yang merebah gerah. Aku bukan anak yatim Ketika desah meraga dalam nubari Bila getar suara menyesak lara Doa adalah kosa kata pertama Dalam saku celana. Menatap matahari Seperti mata Tuhan yang bernanar Di pelipatan gerhana. Siapa yang setia memandang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Memuja Senja – oleh Ardi Suhardi

Sore tadi kau menelponku Suaramu samar-samar kian sayup. Dari urat nadimu Memancar rona gembira Kau berkisah tentang hari jadimu. Aku hanya diam Bukan membisu Aku memilih untuk mencatat Setiap lengkung suaramu. Ada apa dengan harimu hari ini? Hari maumu masih pagi Tak lebih dari getar pendar yang melengking. Ternyata dugaku benar Kau itu, sedang berulah […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Mata Muda – oleh Ardi Suhardi

Derap lentur matamu sungguh sayup Berkilau merdu membentur kenangku Aku terpukau pada rona asri Yang melebur di pelupukmu. Sebilah rindu mulai bermekar Mejulur tebus dari kecupku Sampai gengam meredam derap Gundahku yang merintih. Alismu manis membelalak Dalam guratan suka gemulai Kelopakmu sejuk kendali redup Tak legam kembara genang. Matamu sayup-sayup berlentik Lekuk teduh meliuk sujud […]
Baca puisi selengkapnya…