Cahayaku – oleh Arcadia Noriansyah

Saat aku turun di dunia aku teringat,cahaya terang benderang makin lama,makin pudar dingin menusuk ku dalam kegelapan Terkadang,cahaya datang silih berganti terang,redup dan mati berulang aku rapuh karenanya keberadaanku makin menghilang Kini,satu cahaya terang datang terangnya membuat aku hangat aku tertidur,karenanya aku nyaman,karenanya aku ada,karenanya Kini,aku ada aku tak rapuh hangat tubuh ku aku terlihat.. […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Berseri Saat Senja – oleh Arcadia Noriansyah

Saat sang mentari memalingkan wajahnya Mengapa wajahmu terbayang dalam anganku Apakah ini rasa yang ditunggu – tunggu para kaum adam ? Benakku melukiskan tentang seseorang gadis jelita meratap penuh harap kepada sang mentari Ku tatap dia ada rasa yang merasuki Ku tatap engkau Wajahmu berseri saat senja Berseri Saat Senja – oleh Arcadia Noriansyah chorlitopoetica.blogspot.com […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Melati – oleh Arcadia Noriansyah

Dulu,mawar terasa menyakitkan bagiku Dulu,cinta selalu penuh darah bagiku Tetapi,melati telah menggantikan mawar putihnya menghangatkanku Cinta terisi penuh dengan melati teduh,suci dan mengalir Tergambar di benakku peri melati dialah pencipta taman melati cinta milikku Anggun,menatapku hangat ku raih,ku peluk dia Kaulah peri melatiku,kasih.. Melati – oleh Arcadia Noriansyah Surabaya
Baca puisi selengkapnya…