Dialah Ayahku – oleh Anggun Puspa Regita

Dalam lamunku Ada satu nama yang sedang mengerogoti fikiranku Mataaku bak dicacah rindu Jiwaku remuk tertusuk dinginnya angin malam Yang ku ingat Dia tidak melahirkanku Namun darahnya mengalir dalam tubuhku Dia tidak juga menyusuiku Namun dari setiap tetes keringatnya aku bisa meminum susu Hampir tidak pernah dia memelukku Atau bahkan mencium pipiku Sesekali aku berfikir […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kutunggun Kau di Ruang Rindu – oleh Anggun Puspa Regita

Embun menyapa secepat kilat Awan berlari dikejar mendung Langitpun mulai menangis Tapi aku tetap saja diam terpaku Aku masih ingat Akan semua janji manismu Ingin hidup bersamaku sampai akhir hayatmu Namun apa yang terjadi? Kamu menghilang bak ditelan bunyi Meninggalkanku bersama bayangmu Tak sepatah katapun kau titipkan untukku Dan bodohnya aku masih saya menunggumu Sampai […]
Baca puisi selengkapnya…