Gersang – oleh Andika Rahmawanto

laksana ranting bertahan daun bunga berguguran, menanti kembali pucuk berdaun. kendati akar terus berjalan angin berlarian terus mentertawakan. ranting tak berdaun tegap teguh tegar senyum mu,rindu akan hujan payung sejatimu. rintik air yg membasahi mu tawar kan luka pedih di hati, insan pergi peluh yang tergantikan,, tetesan itu,kias kan diri sangat berarti, kilat yang galak […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tetaplah menjadi kita – oleh Andika Rahmawanto

Hai? Sapa mesra yang kau utarakan kini selalu terngiang di tenginga, sebuah sudut manis kecil bibirmu mewarnai angan malam tidur yang indah. Adakah dirimu sang hawa ku, ketika masa yang mulai berdetik ketika angin yang mulai berlalu, harapan ini turutkan serta mengadu nasib harapkan kita. Tak ingin aku pergi, tak ingin aku hilang, sekuntum sapa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kau dan nanti – oleh Andika Rahmawanto

engkau adalah angan engkau adalah harapan engkau adalah mimpi engkau,adalah di kemudian hari. hati yang kini penuh bunga kau rias mesra penuh warna. laksana mentari sosokmu hangatkan hati ini. jiwa yg kalut penuh ambisi, hadirmu laksana senja yang sejuk kan malam hari,, hadirmu yang menerangi jalan, jalan mu yang membuat ku rasa nyaman sunyi sepi […]
Baca puisi selengkapnya…