Bangun dari kelamku – oleh Ana Amilia

aku menatap indahnya masa depan berangan hidup diantara mereka melangkah keluar dari penyesalan menghidupkan kembali cita dan keyakinan seakan aku layak penghuni baru yang mulai belajar makna kehidupan aku mulai bernafas tanpa beban menatap tak sesamar malam kemarin melangkahpun tak seberat malam kemarin semakin pasti,senyum ini akan aku lontarkan untuk mereka sang penyayang…. aku hidup […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Cinta Sahabat – oleh Ana Amilia

dirimu yang memiliki tempat khusus dihati merangkul erat diri penuh cinta kasih menggenggam erat tangan tak kan terlepas penghantar jiwa kelam pemberi tawa semangat jiwa dikala putus asa bersama dirimu bersinar… namun tidak seperti bintang yang kadang menghilang yang membuat rembulan kecewa dalam penantian engkau warnai hati….. layaknya pelangi yang hadir kala mendung mengusik dirimu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Rasa yang tak kutahu “apa dan mengapa?” – oleh Ana Amilia

mengenalmu,membuatku hidup dalam lamunan terbayang,disetiap waktu aku menghayal cerita yang aku buat hanya sebatas angan pengobat hati sebab aku rindu sepi sendiri di malam ini yang sunyi… aku teringat rona wajah yang pernah mengisi hati kembali aku baca kisahmu yang pernah terhenti sebuah kisah bertajuk “aku cinta…” engkau yang pernah ketuk hati saat terkunci tanpa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Cinta angan dalam kerinduan – oleh Ana Amilia

cinta hadir disaat hati merasa kehilangan terpendam dalam sebab lisan tak tahu cara berucap aku membisu, menatap samar saat cinta masih bersandar sebab aku bingung bagaimana cara bersikap rasa yang ku lukis dengan cinta berpenakan ribuan cerita yang tak mampu aku hapus cerita kasih seakan tertoreh dalam kalbu entah, sampai kapan cinta angan ini kan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Aku Serahkan Cinta yang telah Beku – oleh Ana Amilia

berawal dari waktu yang lama tak berjumpa kau titipkan cinta saat harus berpisah merajut kembali cinta yang telah sirna seakan kedua sayapmu tak patah setelah kau toreh luka pada hati semakin menghayal, semakin tak pasti mencari cinta yang tak kumiliki salah, jika kau titipkan cinta di hati ini! layaknya madu dalam samudra manis, namun tak […]
Baca puisi selengkapnya…