Kangen – oleh Aminuddin

Di antara dua tanda mata dan telinga kukirimkan secarik kertas putih kosong siap dihuni huruf-huruf cinta yang membakar kangenku kemarin dulu Tak jua singgah padahal hanya beberapa langkah dari rumah kayu tempt kita dulu kangen-kangenan Andai kau singgah sudah kusiapkan wajik dan dodol peneman rasa lapar dan dahagamu Tapi ya sudahlah mogs kau tak berubah […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kenangan Indah – oleh Aminuddin

Berdua kits susuri jalan setapak menuju me pematang sawah bergandengan tangan, kau berlari-lari kecil, kususul engkau dari belakang, kau tersipu Mali … Burung-burung sawah beterbangan kian kemari mengiringi setiap langkah kaki kita yang setengah berlari menuruni pematang sawah Masih ingat kau sayang betapa lucunya kupu-kupu melompat, kayak mmenari-nari dan so burung pipit menabuh gendang sambil […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Jangan Bersedih – oleh Aminuddin

Jangan bersedih hati karena jika kau lakukan bunga-bunga di taman serta merta akan layu Bersedihlah melihat sesamu yang terkulai layu bukan karena kurang gizi tapi malu melihat sesamu yang tak pandang bulu Tak kenal siapa aku Tak tahu siapa sesamamu tak peduli nasib orang papa malah ketawa lalu mencela saat dia ada di dekatmu Manusia […]
Baca puisi selengkapnya…