Raja Yang Hilang Tahtanya – oleh Alif Waisal

Sekarang, lafadz cinta, Berceceran di mana saja, Di setiap dinding yang dilalui hujan, Di setiap detik yang dilalui waktu, Seperti tumpukan sampah di sudut kota, Disebut oleh para pendengar sebagai gombalan. Lafadz cinta seolah tak bertahta, Kehormatannya dibunuh oleh dusta-dusta, Lafadz cinta kini menjadi pengemis, Merindukan pengakuan tentang betapa berharganya ia. Sayangnya dunia telah berubah, […]
Baca puisi selengkapnya…