Lembar waktu – oleh Alfy Nur Laili Mufidah

Waktu berjalan begitu lamban Berjuta bintang telah sirna Namun, bayang-bayang rinduku Yang telah menjadi sisa.. Malampun menangisi, Menjadi gemuruh embun yang bergulir Tetes semunya menjadi saksi buta Yang membasahi dinding hatiku Menjadi celah yang amat mendalam. Berbagai cara telah kucoba, Memahami, Merasuki, Bahkan menyentuh jiwamu. Namun apa daya? Cinta ini telah menghabiskan air mata.. Lembar […]
Baca puisi selengkapnya…