Pion Hitam – oleh Ailla Lavigne

Karena semua berdetak layaknya jarum jam Terus berputar dan tak akan pernah bergerak mundur Seperti pion catur yang terjebak, tak dapat bergerak Dan di sana aku berdiri tanpa jalan mundur Kalau boleh aku berkata Kalau boleh aku mencela Karena hanya pion putih yang bisa memulai Sedang kumulai semua langkahku dalam gelap Kalau boleh aku berkata […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hujan Pertama – oleh Ailla Lavigne

Aku bukan menyesal Dan aku tidak menyalahkan Ketika kulihat sesuatu yang tak kekal Satu per satu mulai meninggalkan Aku bukan resah Aku tak juga gelisah Ketika hantaman batu menindih Tak bolehkah aku merasa sedih? Kini asa yang dulu didamba-dambakan Hanya menyisakan seuntai senyuman Jangan, jangan bicarakan lagi Aku tak sudi menangis lagi Boleh ku terlena […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Salam Hampa – oleh Ailla Lavigne

Salam dari dunia mimpi Yang terombang ambing oleh ruang dan waktu Dingin dan hampa memeluk kalbu Sehampa ketika kucoba buka lagi kedua mataku Setelah sekian lama aku tertidur Salam dari dunia mimpi Yang dingin seolah mengacuhkanku Menampar, seolah menekankan kepadaku Bahwa kini peranku fana Entah, aku tak sanggup lagi berkata Salam Hampa – oleh Ailla […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Mentari Pertama – oleh Ailla Lavigne

Semburat kemerahan menyapa langit Desah lega dunia mimpi Membuaiku terlena dalam tidur yang panjang Aneh, tiada senyum…. Tak dinaya, keindahan tiada tara Ketika kusentuhkan diriku ini Kepada mentari pertama, Setelah sekian lama aku berdiam diri Aneh, tiada rasa lega…. Mentari pertama, Rindukah engkau padaku? Atau…. Bolehkah aku merindu? Aku menyentuhkan langkah kakiku Pada dingin yang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tutur Luka – oleh Ailla Lavigne

Lagi-lagi kuuntaikan jutaan kata yang tak nyata Satu duri untuk satu kata, hadiah bagi hatiku Lalu aku membual dengan segala madu Hingga hatiku memaki diriku sendiri Aku hanya terkulai tak berdaya Merayakan hari jadi kita Tanpa bisa bergerak selangkahpun Bahkan tiap tarikan napas merupakan perjuangan Dan ini masih hari jadi kita Kamu tertawa bahagia Bercanda […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hidupmu – oleh Ailla Lavigne

Kini kau telah hidup seenak perutmu Tanpa sudi kau sentuh lagi hatiku Lalu kau datang dengan sejuta kata manis Untuk beberapa detik karena kau menginginkanku Lantas kau buang aku, terinjak seolah tak terlihat Kau bercanda tawa bukan denganku karena aku tak nampak Lalu kau datang dengan sejuta kata manis Untuk beberapa detik karena kau menginginkanku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kamu yang Bukan Kamu – oleh Ailla Lavigne

Sebersit rindu tertoreh Sehijau daun mengering Lepas dari tangkainya dan terjatuh Tertiup hembusan angin Bisa kau lihat senyumku Bisa kau dengar gelak tawaku Cobalah berpindah satu langkah Yang kau dengar adalah kesunyian Aku bisa saja tersenyum Oleh bayang semu wajahmu Aku bisa saja menangis Ketika kamu ada di sampingku Boleh kau tergila gila akan keceriaanku […]
Baca puisi selengkapnya…