Empat puluh hari yang lalu – oleh Agus Salim Manik

Empat puluh hari yang lalu Masih tersirat senyum di wahajmu Empat puluh hari yang lalu Kau masih tertawa dengan keluargamu Tapi… Empat puluh hari yang lalu Api besar telah membakar rumahmu Di malam buta, waktu semua terlelap dalam mimpinya Terdengar suara… Kebakaraaaaannn berulang kali Serentak semula sunyi menjadi riuh tak berarti Serentak semua bingung, krn […]
Baca puisi selengkapnya…