Siapa aku – oleh Agoes Darmawan

Bahkan aku belum sempat mengecap cinta dari kau… Hanya harap dan kegundahan aku mengulang memory… Pada tiap persinggahan yg pernah ada kita… Datang sebagai teman dan lebih sebagai seorang sahabat…. Aku harus pergi mengejar kemungkinan-kemungkinan yang lain… Tanpa berbalik mengejar kembali kau tanpa ingatan… Aku ingin mengenal kau lebih dari makna tentang siapa aku… Kau […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tribun hijau – oleh Agoes Darmawan

Suara gemuruh dan lantang disudut tribun hijau… Satu perihal yg membuat hati bergetar dan rindu… Senyum dipipi beralis kaca mata hitam dimatamu… Adalah kemungkinan-kemungkinan rasa ini tumbuh… Tapak demi tapak aku mengukur waktu… Rasa resah dan hati tentang pertanyaan dan jawaban… Khayalan terlintas lamunan untuk mengingat mula… Aku tak mengerti, apa dan mengapa… Panggung besar […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Waktu adalah Kau – oleh Agoes Darmawan

Waktu sudah berlalu, Bunyi lonceng sekolah berderu iringi tumpukan buku… Terlintas dipikirku, Maksud untuk mengajakmu bersenda gurau… Seperti malam itu… Kau undang aku, Bersama cinta yg kau iringi tiap kata-manjamu.., Waktu yg tiada berlalu, Aku tak sempat berfikir pulang, Karna waktu adalah kau, dan cinta adalah maksud antara senyum dan ketidakwajaran… Lihat diriku, tentang keegoisan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pelangi wajahmu – oleh Agoes Darmawan

Kala rintik hujan basahi wajahmu, Gelap tuduhkan diri berselimut awan pelangi… Kau yg istimewa, Membelah dua hati lalu menyatukan kembali… Senyum dan kata, Aku ingin melihat lebih lama… Tentang manis dan manjanya… Satukan kata demi kata hingga terucap bait “cinta” … Berlembar-kertas putih berdaun pita merah muda… Aku rangkai satu demi satu keajaiban-Tuhan… Dan namamu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Air mata ibu – oleh Agoes Darmawan

Berselimut kelam dan malam… Hadirkan suara kaki saat mata mulai terpejam… Aku lihat jam dilingkar tangan… Tanda waktu larut malam… Suara sendu dan usang itu… Dikelip renta tulang belulang… Dijatuhkannya dosa itu… Dosa hamba dari anak tersayang… Basah sekujur tubuh… Tak ada sesuci air wudhu diwajah ibu… Tunduh tanpa penghiatan… Sejujur bibir yg selalu berdoa… […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kenangan indah – oleh Agoes Darmawan

Melangkah pergi… Aku tak tahu kau dimana… Entah kau bahagia… Atau sebaliknya… Aku tak lupa… Sedikitpun aku tak pernah… Kau masih ada… Dan selalu ada dipikiranku… Aku jenuh… Tersiksa sepanjang hari… Tak bisa ku lupakan… Kenangan yang tersimpan dulu… Kau tlah pergi… Bersama cinta baru… Kau takkan kembali… Sungguh aku tak ragu… Kenangan dan cinta […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Mungkin ini yang terbaik – oleh Agoes Darmawan

Hampa terasa dalam kesendirian… Apakah kau disana merinduku… Dalam gelap penuh kekosongan… Hanya sunyi yg temani langkahku… Dekapan dimalam itu… Ingatkan pada setiap detak jantungku… Membekas tak terhapus lagi… Hanya kau yg mampu utuhkan kembali… Maafkan aku membuatmu terluka… Saat dimana cintaku diatas cinta semestinya… Bukan maksud hati runtuhkan cinta kita… Namun hatiku semakin sakit […]
Baca puisi selengkapnya…