Kesetiaan – oleh Agoes Darmawan

Malam malam menyala Ribuan sepi dihias rindu Pelan pelan membuatku perih Dari setengah jejak yang dilalui Diriku terjerat kesetiaan Tak mau lari dari kenyataan Mungkin sulit untuk kulepaskan semua Kebagiaan yang kini tinggal kenangan Aku punya cinta Namun hanya diriku yang punya Mengapa yang lain bisa Mengikat kesetiaan yang abadi Cinta ini hanya untukmu Sejak […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sayap patah – oleh Agoes Darmawan

Hari berlalu berwarna abu-abu Awan menangis dan gerimis Dari jauh kupandang wajahmu Dengan derita yang tak disampaikan hujan pada bumi Aku meleleh dan basah Membiarkan kesakitan ini tumbuh mengembang Bagai disambar api cemburu Membakar habis sisa harapan Kau pernah datang dan duduk disampingku Menawarkan hati yang tak berpenghuni Mengajakku terbang untuk sesaat Hanya untuk membawa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kesedihan lama – oleh Agoes Darmawan

Aku rindu padanya tuhan Dengan isak tangis tak terhenti ini Memandang dari jauh penuh kesakitan Derai air mata membasahi pipi Janji yang sempat tak berpihak Hingga kata-kata menghapus seluruh mimpiku Ada keheningan lama datang lagi Membawa kabar buruk dari sang angin Gemetar seluruh lapisan dayaku Hingga ucap sering kali menjadi tangis Aku hilang dibalik senyumannya […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sakit itu mudah – oleh Agoes Darmawan

Aku tertahan mentari Berdiam melulu dipersinggahan Aku takut berjalan sendiri Aku takut terbakar api cemburu Hari hari membakar separuh hidupku Diam dan kata-kata hanya derita Aku ingin jauh dari hening dijendela Lompat dan terbang bersama sayapmu Namun mengapa kau lebih memilih menari dengannya Membangun rasa cinta dan kasih sayang Aku berdiri menunggu dibalik layar bahagiamu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Siapa aku – oleh Agoes Darmawan

Bahkan aku belum sempat mengecap cinta dari kau… Hanya harap dan kegundahan aku mengulang memory… Pada tiap persinggahan yg pernah ada kita… Datang sebagai teman dan lebih sebagai seorang sahabat…. Aku harus pergi mengejar kemungkinan-kemungkinan yang lain… Tanpa berbalik mengejar kembali kau tanpa ingatan… Aku ingin mengenal kau lebih dari makna tentang siapa aku… Kau […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tribun hijau – oleh Agoes Darmawan

Suara gemuruh dan lantang disudut tribun hijau… Satu perihal yg membuat hati bergetar dan rindu… Senyum dipipi beralis kaca mata hitam dimatamu… Adalah kemungkinan-kemungkinan rasa ini tumbuh… Tapak demi tapak aku mengukur waktu… Rasa resah dan hati tentang pertanyaan dan jawaban… Khayalan terlintas lamunan untuk mengingat mula… Aku tak mengerti, apa dan mengapa… Panggung besar […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Waktu adalah Kau – oleh Agoes Darmawan

Waktu sudah berlalu, Bunyi lonceng sekolah berderu iringi tumpukan buku… Terlintas dipikirku, Maksud untuk mengajakmu bersenda gurau… Seperti malam itu… Kau undang aku, Bersama cinta yg kau iringi tiap kata-manjamu.., Waktu yg tiada berlalu, Aku tak sempat berfikir pulang, Karna waktu adalah kau, dan cinta adalah maksud antara senyum dan ketidakwajaran… Lihat diriku, tentang keegoisan […]
Baca puisi selengkapnya…