Pilu – oleh Agnes Rensi.B

Saat ku termenung,terbayang sakit tak tertahan.. Bagai luka permanent yang tak kunjung hilang dari kalbu.. Air mata berkali-kali jatuh membasahi pelupuk mata.. Batin ini tersiksa oleh luka-luka yang mereka beri.. Aku tak mengerti apa salahku terhadap mereka.. Apa mereka percaya akan ucapan pendusta.. Aku begitu tersiksa sendiri disini tiada yang menemaniku.. Hanya diriku sendiri yang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Telah Lenyap – oleh Agnes Rensi.B

Setetes darah takkan membuatku kembali.. Kembali dengan hal istimewa.. Sebuah cinta takkan membuatku utuh.. Utuh dengan semua yang jadi harapan.. Secerca cahaya takkan mampu merubah segalanya.. Segalanya yang telah hilang ditelan keserakahan.. Sebongkah berlian takkan mampu mengganti.. Mengganti berjuta permata dalam diriku.. Setitik embun takkan mampu menyejukkan.. Menyejukkan luka dan kepedihan.. Segalanya takkan mampu merubah.. […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hanya Manusia Biasa – oleh Agnes Rensi.B

Aku hanya manusia.. Bukan manusia istimewa.. Aku hanya manusia biasa.. Yang sama seperti mereka.. Aku berbuat salah.. Bukan hanya sekali,berkali-kali.. Aku juga manusia biasa.. Yang jauh dari kata sempurna.. Aku hanyalah manusia sederhana.. Miliki banyak kekurangan.. Aku hanya manusia yang diciptakannya.. Hanya manusia yang diombang-ambingkan oleh takdirnya.. Disini aku hanya mengikuti skenarionya.. Terbawa oleh llika-liku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Bermimpi Dengannya – oleh Agnes Rensi.B

Alangkah bahagia memilikimu.. Hilangkan duka yang terpendam.. Memberi berbagai warna dalam kalbu.. Aku melakukan yang terbaik,yang ku bisa.. Dan aku pun berusaha agar tetap disampingmu.. Yakinkan aku bahwa kau menyayangiku.. Obat duka dengan melihatmu bahagia.. Gejolak rindu selalu memanggil namamu.. Inginkan kau terus bersamaku.. Rindu ingin memandang parasmu.. Oh tuhan.. Ku hanya ingin dirinya.. Menjadi […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Malaikat tanpa sayap – oleh Agnes Rensi.B

Hari pasti berganti.. Namun tetap seperti yang telah lalu.. Begitu banyak bunga mengucup.. Seiring duka yang ku kubur dalam.. Disini ku tetap membisu.. Tanpa ada mereka yang dulu pernah ada.. Mungkin bukan mereka yang bersalah.. Aku bukan sosok bidadari.. Aku membeku dengan keterpurukan.. Mematung menyadari tak pernah ada keistimewaan.. Percaya diriku kini telah mengering.. Semua […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Bintang – oleh Agnes Rensi.B

Seiring bergantinya malam.. Sepi mencekam.. Hening menikam.. Angin berhembus kian menusuk.. Ku terpaku.. Terpesona akan keindahan.. Mataku terkagum,tak henti memandang.. Bintang berkelip-kelip.. Bak bongkahan berlian yang tersimpan dalam gelap.. Ku hirup hembus dingin.. Tak ingin berpaling ataupun beranjak.. Tetep menikmati semua.. Suasana yang sendu.. Agungnya ciptaan tuhan.. Bintang ialah hiasan langitku.. Begitu indah nan mewah.. […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Dewasa Mulai Menyapa – oleh Agnes Rensi.B

Detik-detik malam kan berganti.. Tengah malam yang kian sunyi.. Hanya berteman rindu.. Lampu dalam rumah-rumah telah padam.. Terdengar angin berhembus.. Sayup-sayup mengiringiku.. Kusadari telah tiba hari itu.. Pertmbahan usia telah menyapa.. Telah lalu masa bersenang-senang.. Kau tumbuh lebih dewasa.. Masa depan ditangan.. Menunggu kau raih.. Dan jauh dari dunia hitam.. Yang sering jadi pelarian.. Hentikan […]
Baca puisi selengkapnya…