Mia Lina Kania – oleh Aditya Ansor Alsunah

Senyum dipeluk pagi. Menyapa bersama mentari. Takkan hilang Diluasnya padang ilalang Senyumnya akan tetap kembali Kau mia.. Perempuan yang kucinta.. Anginmu membawa rasa.. Yang menembus dalam sukma.. Angin berguman ceritakan tentan dirimu.. Yang mencari hati.. Untuk kau singgahi.. Sapa dipeluk malam.. Tersenyum bagai rembulan.. Takkan tenggelam.. Meski mentari telah pergi.. Kau akan tetap kembali… Mia […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sendiri Mencari Arti – oleh Aditya Ansor Alsunah

Saat segenggam kehampaan. kutemukan disudut kegelapan. Satu persatu daun harapan berjatuhan, Makna rindu yang kuburu. Tapi, malah luka yang menyeru. Dalam sepi, lara menemboki hati. Kurasa diriku tak ada lagi arti. Sekulum senyum kupendam, Kucari rindu ditengah malam. Namun tak jua kutemukan, Arti dari kerinduan. Hingga kutermenung sendirian. Air mata bercucur, seakan jiwaku hancur. Perasaan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pergilah bersamanya – oleh Aditya Ansor Alsunah

Bukannya aku tak mencintaimu. Tapi aku takut tersakiti lagi. Bukannya aku tak mau jatuh cinta, Karena terjatuh dalam cinta, sakit rasanya. Bukannya aku tak perduli kamu pergi, Namun aku rela demi kebaikan kamu nanti. Bukannya aku tak mau disampingmu, Hanya aku takut kamu membuat luka hatiku. Bukannya aku tak mau menggenggam tanganmu, Tapi aku takut […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kurindu Mia – oleh Aditya Ansor Alsunah

Sementara waktu memang memisahkan kita, Memisahkan raga kita, Memisahkan genggaman tangan kita, Dan memisahkan senyum diantara kita. Namun itu hanya sementara. Aku pergi pasti kembali. Halnya mentari yang akan menyinari bumi. Pergi dengan seberkas sinarnya, Dan datang dengan sejuta indahnya. Jangan kau bilang kata rindu padaku. Karena aku pun sama, namun aku tak bisa mengatakannya […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hampa – oleh Aditya Ansor Alsunah

Belati kehampaan ini meusuk relungku, Tepat didada sebelah kiriku. Air mata darah menetes dari kelopak mataku, Sakit! ingin kubicara, tapi pada siapa? Pada dinding disekitarku? Dia tak bicara sepatah katapun, Tak juga menyapaku. Nyanyian kegalauan ini terus terngiang, Beriringan dengan angin pilu yang tak memperdulikan resahku. Semua mengabaikanku, Termasuk bayanganku juga. Kini bayangku pun tak […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Bayang yang menguasai jiwa – oleh Aditya ansor Alsunah

Detakku sejenak terhenti. Kala teringat senyuman indahmu. Yang mampu meluluhkan jiwaku. Rindu,seakan terobati.. Sejenak, ingatan tertuju erat padamu. Canda tawaku seketika berubah menjadi pilu. Intan dimataku becucuran.. Hingga perasaan terkoyak berhamburan.. Hidup ini seperti mimpi. Muka tak lagi berseri Tawa tak lagi menghiasi Pedih,menghujam sanubari.. Bayangmu seakan menghantuiku, Yang mengikuti setiap langkahku. Dan hadir bagai […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pergi tanpa kata – oleh Aditya Ansor Alsunah

Untukmu wanita yang pergi tanpa kata.. Kau hadir merubah abu menjadi biru.. Kau hadir memberi warna dalam jiwa.. Kau membuat hati ini tersenyum bahagia.. Kau menemani setiap detikku.. Kau bawa aku terbang melayang.. Aku mulai percaya bahwa kau adalah Cinta.. Namun waktu begitu singkat, dalam sekejap kau goreskan luka.. Yang mampu merobek relungku.. Kau pergi […]
Baca puisi selengkapnya…